The 5 Most Inspiring Movies 2014



beautiful minds inspire others :)



nah jadi saya sedang berpikir akhir-akhir ini (iyaa.. biasanya saya ngga suka mikir -_-) tentang kehadiran blog saya ini di dunia maya ini.
pertanyaan-pertanyaan yang cukup menggelitik, dan berhubung saya ngga suka digelitikin jadi ini agak sedikit mengganggu.
pertanyaan "apakah blog saya sudah bermanfaat?" "apakah tulisan saya hanya menjadi waste of space jagad luna Maya?" "apa yang sudah saya perbuat dengan tulisan-tulisan absurd saya ini?"
dan tentunya saya juga masih mengenggam sebuah kalimat super inspiratif yang terus menjadi bahan bakar saya untuk menulis,
'Menulislah! maka kau tidak akan dilupakan sejarah' therefore saya ingin menulis sebuah entri yang setidaknya membuat orang-orang yang tidak sengaja menemukan dan membaca blog absurd saya ini untuk mendapat sesuatu, walaupun itu hanya sebuah referensi film atau buku hehehe *nyengir kalem*
dan karena saya termasuk kedalam orang visual *apa maksudnya orang visual? ngga tau deh saya juga ngga ngerti awkwkwk* saya akan membagikan beberapa judul film, buku dan lagu yang telah menginspirasi saya sejauh ini, yang akan saya tulis dengan tema Inspiring Edition.
dan entri kali ini bersubkan Movie, so inilah 5 Film paling menginspirasi saya, cekidooooot ~

1. The Pursuit Of Happyness

The Pursuit of Happynes

saya menonton film ini di acara Bioskop Tr*nstv sekitar tahun 2011an. mungkin temen-temen ada yang sudah pernah nonton, mungkin juga belum.
jangan tanyakan pada saya kapan film ini dirilis, berapa budgetnya dan siapa sutradaranya, kalau kalian mau tau sila cek wiki atau mbah gugel yes karena kali ini saya mau mengupas ceritanya, which of course had inspired me a lot.
jadi The Pursuit Of Happyness menceritakan tentang sebuah keluarga kecil yang tadinya baik-baik saja sampai sang suami yang tertarik pada bisnis menginvestasikan seluruh tabungannya untuk membeli berlusin-lusin perangkat rumah sakit.
awalnya sang istri juga senang dan ikut penuh pengharapan dengan prospek penjualan alat tersebut sampai akhirnya kenyataan menghadang keluarga tersebut.
ternyata alat kedokteran tadi tidak begitu diminati oleh rumah sakit karena harganya yang cukup mahal dan penggunannya yang dirasa tidak urgent, akhirnya suami yang secara harfiah sudah tidak memiliki apa-apa lagi itu harus pontang-panting bekerja untuk anaknya yang masih kecil.
sampai sang istri sudah tidak tahan lagi dan memutuskan pergi dari apartemen suaminya, dan pasutri ini juga sempat rebutan anak tapi akhirnya sang anak ikut dengan bapaknya.
sang suami dan anaknya lalu mulai hidup terlunta-lunta dijalan, mereka tinggal di rumah-rumah khusus bagi tunawisma yang berbeda setiap hari dan itupun kerapkali mereka harus rebutan tempat dengan para tunawisma lainnya.
namun meski hidup susah dan bahkan harus menjual darahnya ke rumah sakit demi menyambung hidup, sang suami tetap tidak memupuskan impiannya untuk bekerja sebagai pialang saham. tiap hari, sang suami (eh btw dia ini sudah tidak jadi suami lagi yes karena istrinya sudah meninggalkannya, makadari itu gimana kalo sekarang kita mulai memanggil si peran utama ini dengan sebutan sang Bapak) tidak pernah lupa untuk melihat kantor saham yang ia lewati saat hendak mencari nafkah. sang Bapak heran betapa orang-orang yang keluar masuk dari kantor itu semuanya tampan, rapih, berdasi dan bermobil bagus.
akhirnya sang Bapak ini melakukan nyaris segalanya untuk bisa berkomunikasi dengan salah satu pialang saham di kantor itu, dan perjuangannya untuk bisa mengenal dunia saham ini juga masih diselingi dengan perjuangannya untuk menghidupi sang anak, mendidik dan mengusahakan tempat tinggal bagi anaknya. sampai suatu hari sang Bapak dipanggil untuk mengikuti interview di kantor pialang saham, dan sang Bapak yang baru saja masuk penjara selama semalam, masih dengan baju seragam penjaranya yang berlumuran cat tembok, lari menuju kantor saham dan mengalahkan pesaing-pesaing lainnya yang semuanya rapih, bersih dan wangi.
bagai keajaiban, sang Bapak diterima sebagai pekerja magang di kantor tersebut dan dalam hitungan bulan, semuanya membaik, beberapa tahun kemudian sang Bapak menjadi salah satu pialang saham tersukses di Amerika Serikat dengan kekayaan jutaan dollar.
ya, nama Bapak itu adalah Chris Gardner Smiling face with smiling eyes



Why It Has Inspired Me A Lot; yaaa film ini mengajarkan saya tentang the real struggle, perjuangan nyata untuk membuat mimpi kita terwujud, untuk membuat dunia menjadi lebih baik lagi. dan setelah menonton film inilah saya mantap memperjuangkan visi saya. walau saya harus tertabrak mobil, walau saya harus lari puluhan kilometer hanya dengan sebelah sepatu, walau saya harus menjual darah saya untuk membeli makan malam.
bahwa kita memang harus terus berlari, kita harus teras mengejar kebahagiaan, walau kebahagiaan itu sendiri kadang salah dieja oleh kebanyakan orang.

2. Artificial Intelligence


Artificial Intelligence
film keren yang puanjaaang ini disutradarai oleh Spielberg, saya tonton di F*x Movies sekitar akhir tahun 2013 lalu.
film ini mengisahkan tentang masa depan, dimana manusia sudah sebegitu jeniusnya hingga mereka bisa membuat robot yang persis sama dengan manusia; kulit manusia, mata manusia dan otak manusia.
para manusia jenius ini hidup diatas bumi yang sudah hancur berantakan karena serangan nuklir, menyisakan lautan tanpa tepi yang menenggelamkan peradaban masa kini, dan diatas reruntuhan itulah mereka membangun kembali kota metropolitan yang serba canggih. mereka juga menciptakan robot-manusia yang kebanyakan menjadi maid, nanny, pekerja kebun, pemuas kebutuhan badaniah dan banyak alat manusia lainnya.
karena diciptakan sebagai pekerja kasar, robot-manusia ini tidak memiliki nurani, belas kasihan dan perasaan. mereka hanya bertindak berdasarkan program.
karena tidak bisa sakit dan mati, lama kelamaan populasi robot-manusia ini jauh mengungguli populasi manusia sehingga para manusia mulai memburu dan menyiksa mereka sampai rusak dan acara ini dipertontonkan di ruang terbuka (mirip dengan proses eksekusi yang diadakan oleh tentara Taliban di Afghan).
disamping semua huru-hara itu, sebuah pabrik pencipta robot melakukan sebuah eksperimen dengan menciptakan sebuah robot yang diprogram untuk menjadi anak-anak, robot ini dimaksudkan untuk orangtua yang kehilangan anaknya di umur yang masih belia.
karena diciptakan sebagai anak-anak maka robot ini memiliki hati nurani, perasaan, rasa takut, rasa ingin dilindungi, kasih sayang dan bisa menuruti apa yang  diperintahkan.
alkisah ada seorang keluarga yang baru saja kehilangan anak kedua mereka, mereka lalu memutuskan untuk membeli sebuah robot-anak dan menamainya David.
pada awalnya David membuat suasana keluarga ini canggung karena David merupakan robot-anak yang sangat innocent dan haus kasih sayang.
ia selalu iri pada kakaknya, yang notabene merupakan manusia, karena kakaknya sangat disayang oleh ibunya, setiap malam ibunya membacakan dongeng Pinocchio bagi sang kakak sementara David ditinggalkan tertidur sendiri bersama teddy bearnya yang juga robot.
awlanya sang Ibu tidak setuju dengan pembelian robot-anak tersebut karena ia beranggapan bahwa sebuah robot tidak akan bisa menggantikan anaknya yang hilang namun lama kelamaan naluri keibuannya menebal, apalagi David melakukan nyaris segalanya untuk bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang dari sang Ibu.
David memakan sayuran sebanyak yang kakaknya makan saat sarapan hingga membuat programnya rusak dan harus dibawa ke bengkel untuk diperbaiki, David memotong rambut ibunya dimalam hari dengan bujukan kakaknya bahwa jika ia memotong rambut Ibu maka Ibu akan menyayangi David sebanyak Ibu menyayangi kakaknya itu.
sampai suatu hari ketika kakaknya mengadakan pool birthday party, teman-teman kakaknya takjub melihat kemiripan David dengan manusia asli, hingga mereka berniat menusuk David dengan pisau hanya untuk mengetahui apakah David memiliki rasa sakit.
David yang ketakutan lalu memeluk erat kakaknya untuk meminta perlindugan hingga mereka berdua terjatuh kedalam kolam renang dan membuat kakaknya tidak bisa bernafas.
tindakan David ini dianggap sangat membahayakan hingga sang Ayah bertekad mengembalikan David ke pabriknya untuk dihancurkan, Ibunya yang tidak tega lalu membawa David kabur dengan dalih mengajaknya piknik bertiga bersama robot-teddy nya yang bisa berjalan dan berbicara.
Ibu David mengajaknya ke hutan dan menjelaskan pada David apa yang terjadi, Ibunya menyuruh David untuk lari sejauh mungkin dari pabrik agar tidak dihancurkan, David yang merasa bahwa ia dibuang oleh Ibunya karena ia tidak bisa menjadi manusia menangis dan memegang sang ibu, berjanji bahwa ia akan menemukan Ibu Peri Biru dan menjadi manusia seperti Pinocchio.
Ibunya menangis dan pergi menjauh, meninggalkan David berdua dengan robot-teddy. semenjak itu David mengarungi hutan dan menemukan realita bahwa banyak robot-robot seperti dirinya yang dibantai oleh manusia, David bahkan sempat tertangkap manusia dan dibawa ke arena pemusnahan, namun ia ketakutan dan memohon hingga akhirnya ia dilepaskan dan melarikan diri. dalam perjalanan melarikan diri itulah ia bertemu dengan seorang robot-manusia yang diciptakan sebagai gigolo. dengan laki-laki inilah David mulai mencari dimana Ibu Peri Biru berada.

ini David yang lagi nangis ke ibunya :''''( duh ini anak keren banget actingnya deh

David bertanya pada peramal yang sebenarnya merupakan mesin pencari serbatahu (mungkin mesin itu merupakan cucu dari mbah gugel saat ini) dan mendapat jawaban bahwa Ibu Peri Biru ada di sebuah tempat di USA, akhirnya dengan mencuri sebuah helikopter milik polisi, David dan laki-laki tadi pergi mencari Ibu Peri Biru.
di tempat yang dituju ternyata David tidak bertemu dengan Ibu Peri Biru, ia malah bertemu dengan pembuatnya, yang sangat senang karena David telah kembali. di tempat itu jugalah David menemukan lusinan prototype dirinya dan hal ini membuat David marah karena selama ini ia menganggap bahwa dirinya adalah seorang manusia, manusia yang lemah namun istimewa dan tidak ada duanya.
David yang merasa depsret lalu terjun dari atas bangunan dan jatuh ke laut yang menimbun peradaban masa kini, di dalam air itulah David melihat sesuatu. ia lalu kembali ke permukaan dan meminjam helikopter pada laki-laki gigolo tadi, yang sialnya sudah tertangkap oleh helikopter polisi yang lain.
laki-laki itu memencet tombol helikopter yang dinaiki David agar berubah menjadi kapal selam dan mengucapkan selamat berjuang untuk David dan meminta David untuk menceritakannya pada manusia manusia perempuan apabila David sudah berhasil mememukan Ibu Peri dan menjadi manusia seutuhnya nanti.
setelah laki-laki tadi dibawa oleh heli polisi, David pun menyelam dan mulai mencari Ibu Peri Biru yang sudah mengubah Pinocchio menjadi manusia.
ternyata tempat David menyelam itu merupakan reruntuhan Disney World yang terendam air laut namun David yang tisak mengetahui hal itu terus menyelam dan mencari sampai ia memasuki Pinnochio Park dan menemukan patung Ibu Peri Biru yang sedang tersenyum.
David menghentikan kapal selamnya dan berdoa didepan patung tersebut, ia terus-terusan memohon agar Ibu Peri Biru mau mengubahnya menjadi manusia, jam demi jam berlalu, hari demi hari hingga 2000 tahun berlalu dan David tetap memohon didepan Ibu Peri Biru hingga dunia sekitarnya membeku menjadi es.
setelah dua abad berlalu itulah sekumpulan manusia menemukan kapal selam David, manusia pada jaman itu sudah tidak seperti manusia lagi, hanya menyerupai manekin perak yang super jenius, ketika mereka menemukan David dan robot-teddy didalam kapal selam, mereka 'membangunkan' David dari kebekuan, Davidpun keluar dari kapal selam dan melihat Ibu Peri Biru yang masih tersenyum dan mengatupkan tangannya.
David memeluk dan memohon pada patung Ibu Peri itu untuk terakhir kalinya sebelum patung Ibu Peri Biru hancur berkeping-keping bersama harapan David untuk menjadi manusia.
namun para manusia jenius yang menemukan David membaca pikiran David dan berniat mengabulkan keinginannya, bukan keinginannya untuk menjadi manusia tapi keinginannya untuk dicintai oleh Ibunya.
para manusia jenius itu sudah menemukan cara untuk menghidupkan kembali manusia dari sel yang beku, meskipun manusia ini hanya akan bertahan selama satu hari sebelum akhirnya kembali melebur.
David harus memiliki sel ibunya jika ingin sang Ibu kembali bersamanya, sayangnya David tidak memiliki sel ibunya sama sekali sampai robot-teddy datang dan berkata, "David, ingatkah kau di malam ketika kau memotong rambut ibumu? aku masih menyimpan potongan rambut itu"
dan begitulah, dengan beberapa helai rambut ibunya, para manusia jenius itu membangkitkan kembali Ibu David.
Ibunya bangun selayaknya orang di pagi hari, David membawakannya sarapan dan membuatkan kopi untuk ibunya, dan karena mereka hanya berdua tanpa bapak maupun kakaknya, maka David dan ibunya menghabiskan sepanjang waktu untuk bersenang-senang, ibunya memanggang kue dan mereka merayakan ulang tahun David (ulang tahun yang pertama, terakhir dan satu-satunya), David melukis dan menunjukkan lukisannya pada ibunya dan menceritakan cerita tentang seorang robot laki-laki tampan yang diciptakan untuk menjadi gigolo.
dan sama seperti banyak hari penuh kebahagiaan lainnya hari itu juga cepat sekali berlalu.
menjelang senja Ibu David berkata bahwa ia mengantuk dan David mengantarnya ke tempat tidur, di penghujung kebersamaan bersama sang Ibunya itulah David akhirnya mendapatkan apa yang selama ini ia idamkan.
ketika ibunya beranjak menutup mata, ia memeluk David dan berkata, "aku mencintaimu David"
dan setelah berkata begitu, ia jatuh tertidur.
David berbaring disebelahnya, mengenggam jemari Ibunya dan ikut tertidur, mereka berdua tidak pernah bangun, setidaknya David tidak terbangun hingga ribuan tahun kedepan.
dan filmpun selesai.
i didn't see this scene in the movie but, well said :')

Why It Has Inspired Me A Lot; well yah, Artificial Intelligence ini sukses membuat saya meneteskan airmata. ini membuat saya merindukan ibu saya dengan teramat sangat dan membuat saya, anehnya, juga merindukan anak yang akan saya lahirkan di masa depan *ehem*
tapi dibalik semua pelajaran akan kasih sayang itu, film ini sudah mengajarkan saya bahwa dalam kisah fiksi sekalipun kita tidak bisa menggantungkan harapan kita pada keajaiban, tak peduli seberapa yakinnya kita pada keajaiban tersebut.
entah berapa kali saya berharap bahwa David akan bertemu Ibu Peri Biru dan berubah menjadi manusia seutuhnya lalu kembali ke rumah dan menua bersama Ibunya, tapi setiap kali saya berharap begitu setiap kali itu pulalah Spielberg menikam harapan saya dan seolah-olah berkata, "wait a minute, not that easy, even movie isn't a fairytale"
film ini mengajarkan saya bahwa kita tidak boleh menyerah, tidak boleh putus asa, tidak boleh berhenti percaya pada apa yang kita yakini, pada apa yang kita mau, pada apa yang kita percayai akan menjadi kenyataan, meskipun pahitnya kenyataan pasti akan mengakhiri semua keyakinan itu, meskipun pada akhirnya apa yang kita dapat terasa tidak sebanding dengan apa yang kita perjuangkan, tapi tetap saja kita tidak boleh berhenti.. percaya.
just..
keep believing :")

3. Three Idiots

All Iz Well ;)
naaah kalau yang ini saya yakin deh temen-temen udah pada nonton, karena kayanya film ini jadi film bollywood kedua yang wajib ditonton (loh yang kesatunya apa? yang kesatunya adalah Kuch Kuch Hota Hai, muehehehe)
Three Idiots ini sudah menjelma menjadi Must-Watch movie bagi para remaja yang masih ambigu dengan hitam putihnya kehidupan dan masih merasa tergadai dengan idealisme anak muda *tsaaah bahasanye*
nah, saking populernya film ini, masih perlukah saya ceritakan plotnya? okay, saya anggap saja ada yang belum menonton film ini okaaaay..
jadi Three Idiots berkisah tentang tiga sahabat yang sekolah di sebuah institut teknik terkenal yang rajin menelurkan insinyur insinyur berbakat tiap tahunnya, yaaah mungkin kalau di Indonesia itu seperti ITB kali ya?
eh, barusan saya bilang ITB ya? aah yasudahlah tidak apa iklan dikit :3
tiga sahabat ini berjuang ekstra luar biasa untuk survive di institut tersebut dengan latar belakang keluarga masing-masing, gerombolan ini dipimpin oleh Ranchoddas Chancad atau biasa disebut Rancho, jenius tak bercacat yang tingkahnya kerap kali menjengkelkan rektornya.
Rancho yang tidak pernah keliatan berjuang keras tapi selalu mendapat nilai terbaik di angkatannya.
para sahabatnya, yang terbebani dengan kenyataan untuk segera lulus agar bisa menopang ekonomi keluarga dan sahabatnya yang satu lagi (see? saya tidak mention namanya karena saya lupa nama-nama sahabatnyaaaa huaaaaaa, fyi saya menonton film ini 4 tahun yang lalu) krisis visi karena sesungguhnya ia ingin jadi fotografer sementara orangtuannya ingin ia menjadi insinyur (yaaaah mirip-mirip kasus saya dulu begitulah)
Rancho pada akhirnya berhasil membangunkan kembali kesadaran teman-temannya, padahal ia sudah berulangkali terlibat skandal dengan rektornya dan nyaris diusir dari institut, belum lagi kehadiran Catur, teman sekelas  Rancho yang pintar tapi tidak cerdas dan menganggap bahwa pengakuan dan nilai adalah segala-galanya.
setelah berhasil lulus dan meraih gelar insinyur, Rancho tiba-tiba saja menghilang  ditelan bumi hingga para sahabatnya pun kelimpungan mencari dirinya.
ketika dua sahabatnya mencari Rancho ke alamat yang tertulis ketika mereka bersekolah di institut ternyata mereka malah menemukan kenyataan bahwa selama ini Rancho bersekolah untuk mendapatkan ijazah bagi anak majikannya dan hal ini malah membuat kedua sahabatnya semakin kagum pada sosok Rancho, akhirnya kedua sahabat itu bersama dengan Pia (kekasih Rancho jaman sekolah dulu) mencari Rancho sampai ke ujung negeri, oh iya mereka juga bersama dengan Catur karena Catur ingin menyelesaikan taruhan 'Siapa-Yang-Bakal-Paling-Sukses-Setelah-Lulus-Nanti' yang ia buat bersama Rancho.
setelah bertemu Rancho mereka malah dihadapkan pada kenyataan bahwa Rancho yang mereka kenal selama ini ternyata bernama Phungsuk Wangdhu, yang merupakan seorang ilmuwan dengan ratusan hak paten.
saat itulah Rancho menang taruhan, Catur menangis dan Pia tertawa bahagia karena menemukan kekasihnya yang dulu hilang.

Why It Has Inspired Me A Lot; Three Idiots memang salah satu film yang komplit plit plit, film ini mengajarkan saya tentang bagaimana mewujudkan sebuah visi, apa yang terpenting dari pendidikan, esensi pendidikan itu sendiri, pentingnya persahabatan, jangan pacaran selama kuliah *eh* (tapi yang ini bener banget lho gaes..) dan bahwa things will get better in the end.
intinya.. Bollywood, you're ROCK! keren banget ini film Smiling face with open mouth and smiling eyes
oh iya film ini juga menguatkan pendapat Ican, salah satu perkataannya Ican yang keren dan layak masuk ke Guiness Book Of World Record, yaitu; "Kita kuliah untuk menciptakan robot, bukan untuk menjadi robot"

4. Constantine

Keanuuuuu :*
ini adalah satu-satunya film horor yang ada di dalam daftar ini, saya pertama kali nonton film ini (lagi-lagi) di Bioskop Tr*nstv sekitar tahun 2008/2009
film ini mengisahkan tentang seorang pendosa yang jiwanya diberi pengampunan dari neraka dengan cara ia harus menyeret sebanyak mungkin iblis yang berkeliaran di dunia.
dan konon katanya setengah isi neraka terisi atas kegigihan Constantine.
dan sumfeh Constantine itu keren banget kalau lagi memburu jiwa-jiwa para pendosa.
menurut dia dunia ini penuh dengan manusi yang lugu, tapi diantara manusia-manusia itu ada keturunan-keturunan campuran; ada manusia setengah dewa dan manusia setengah iblis.
dan di sini ada adegan paling saya sukai yaitu ketika constantine mencekik leher seekor iblis dan , sebelum mengirim iblis itu kembali ke neraka, Constantine berbisik, "this is Constantine. John Constantine, asshole"
aaaaak gwela itu Keanu kweren banget pas ngomong gitu aaaak *mupeng*


caaaakeps :*
nah jadi begitulah.. sampai akhirnya Keanu memertaruhkan nyawanya ubntuk jiwa seorang gadis yang diduga bunuh diri dan jiwanya tergadai dineraka.
akhirnya Constantine meninggal untuk menyelamatkan kembaran gadis tersebut, tapi malaikat gabriel yang bertugas mengambil nyawa Constantine memberi Constantine waktu untuk hidup lagi.
katanya sih karena pengorbanan yg dilakukan constantine jadi Constantine yang seharusnya masuk neraka jadi masuk ke surga, maka dari itulah gabriel memberikan kehidupan lagi pada constantine agar dia bisa membuat dosa lagi dan akhirnya masuk neraka *lah*

Why It Has Inspired Me A Lot; sebenarnya film ini agak nyerempet-nyerempet ke Akidah *banget* tapi yaaasudahlah namanya juga fiksi :)
overall, film ini mengajari saya sesuatu, bahwa didunia ini memang ada toh manusia-manusia setengah iblis, dan pastinya setengah malaikat? :)

5. One Chance


you only live once, bit once is enough if you do it rite ;)
naaaah di point kelima ini kalian akan kembali menemukan keabsurdan saya.
karena apa? yaa karena saya bahkan belum pernah nonton film ini awkwkwk
belum pernah nonton tapi sudah merasa terinspirasi saja ckckc gimana kalau sudah nonton coba ya :p
well, jadi saya tau film ini dari original soundtracknya yang di co-wrote kan oleh penyanyi wanita fave saya, yep Tay Swift :* judulnya Sweeter Than Fiction.

your eyes wider than distance.. this life sweeter than fiction.. aaa tay tay tay :*
 bener deh gaes lagunya saja sudah banyak menyemangati saya, lebih-lebih pas saya harus ke Jogja dan melakukan registrasi plus pemberkasan yang minta maaf ribet dan bikin capeknya. huk.
tapi karena lagu ini selalu terngiang-ngiang dikepala jadi bikin  saya semangat! percayalah, this life is sweeter than fictioooon ~
*elah malah nyanyi saya*
jadi setelah kesengsem sama soundtracknya sayapun lalu mencari trailernya di yutub. 
nah back to the movie, film ini menceritakan tentang perjuangan seorang Paul Potts, laki-laki gendut berparas biasa saja yang merasa paling bahagia hanya jika mendengarkan dan menyanyikan lagu opera, sayangnya tidak ada yang menyukai suaranya kecuali ibunya sendiri.

ini penampakan Paul Potts
 disinilah Paul berusaha membuktikan bakatnya yang disangsikan semua orang, tapi itu semua ngga gampang lho gaes *sorry jadi kebanyakan ngomong gaes gaes gara-gara sering chat sama maba di grup WA muehehe* karena Paul harus di bully *iya.. dibully, kaya saya hiks* dan walaupun dia akhirnya bisa bersekolah di Opera School di Vemnice tapi tetep aja perjalanannya mewujudkan visi ngga segampang itu karena Paul ini agak sedikit 'lack of confidence' dan bahkan guruoperanya bahkan bilang gini; "you are not an opera singer. not yet. or maybe NEVER"
jleb banget nggga sih dibilangin gitu sama guru kita sendiri, sakitnya tuh disiniiiii *halah*
dan akhirnya Paul juga sampai bener-bener ngelepasin visinya dan kerja sebagaimana orang normal, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti sebuah ajangpencarian bakat bernama British Got Talent dimana akhirnya mata dunia terbuka untuk mendengarkan suaranya..

Why It Has Inspired Me A Lot; this movie has taught me to never stop running.


thanks for reading.
bye. have a great day!
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

0 comments