The 5 Must Read Books 2014


nah kali ini kita akan beralih ke ranah buku, yaah meskipun ngga masuk dalam kategori inspiring tapi buku-buku ini merupakan buku-buku (banyak diantaranya fiksi) yang menurut saya wajib banget di baca, okay apa sajakah itu?
checkitouuuuut ~

if you think reading fiction is useless, you're doing it wrong


1. Harry Potter Series by J.K. Rowling

don't let the muggles get you down - HP

nah ini adalah novel yang bener-bener harus dibaca oleh semua generasi, tidak peduli berapa usianya, apa agamanya dan dimana ia hidup, menurut saya semua orang harus membaca novel ini.
dan dialog ketika JK Rowling mengatakan bahwa "everyone in our world will know his name" ternyata memiliki tuah karena pada kenyataanya setiap anak di dunia ini pasti minimal tahu namanya.
hayooo ngaku deh walaupun kalian tidak membaca novelnya tapi kalau hanya sekedar namanya pasti tahu kan?
ketika saya masih kecil dan belum tahu arti dunia *halah* saya hanya membaca saga ini begitu saja tanpa tahu persis mengapa si penyihir cilik ini begitu fenomenal, baru setelah saya beranjak remaja saya mengerti sepenuhnya.
jadi bagi kalian yang hanya mengenal nama tanpa pernah tau kisahnya, saya sarankan untuk membacanya, segera.
saya tidak akan bercerita banyak tentang plot novel ini.
hanya saja, Harry Potter bukan hanya tentang bocah yatim piatu ceking yang bisa membuat pena bulu melayang, bukan teman-teman, Harry Potter lebih dari sekedar itu.
percayalah. 

2. A Thousand Splendid Sun by Khaled Hosseini

a society has no chance of success if its women are uneducated.. - ATSS
ini adalah novel luar biasa lainnya. salah satu novel dengan author non-negara kesatu, author yang tumbuh dari kecintaannya pada tanah air yang porak poranda.
di novel ini Khaled Hosseini benar-benar mengaduk-aduk perasaan dan naluri setiap manusia pada wanita disekelilingnya. novel ini mengisahkan banyak wanita, wanita-wanita krusial dalam hidup setiap manusia didunia; Ibu, Istri dan Anak Perempuan.
Hosseini menceritakan wanita dari banyak sisi, dari banyak tekanan dan dari banyak cermin kebudayaan.
berkisah tentang seorang anak harami, anak dari selir atau istri simpanan seorang laki-laki kaya, bernama Maryam yang cerdas dan idealis.
Maryam, tidak seperti anak perempuan lain, bertekad mengubah nasibnya, ia menuntut persamaan haknya dengan semua orang sampai akhirnya nasib berbicara terlalu banyak.
setelah ibunya yang merupakan istri simpanan meninggal bunuh diri, Maryam dijodohkan oleh seorang duda yang umurnya dua kali diatas Maryam.
mengawali kehidupan barunya tanpa cinta, Maryam mengabdi sepenuhnya pada sang suami, mereka bisa saja menjadi keluarga yang bahagia kalau saja Maryam tidak kehilangan janinnya.
semenjak itu keadaan berubah, Maryam tidak lagi menjadi intan di pandangan suaminya, ia semata-mata hanyalah pengurus rumah dan penanak nasi. Maryam menjalani nerakanya sejak ia kehilangan janin didalam kandungannya.
tak jauh dari rumah Maryam hidup sebuah keluarga bahagia, dengan Laila sebagai satu-satunya cahaya dirumah itu.
Laila adalah remaja perempuan kecil yang senang berlarian sepanjang jalan, mengejar layangan dan menyelesaikan soal-soal matematika bersama karibnya, Thariq.
mereka semua tampaknya hidup bahagia di kota kecil itu, bahkan bagi Maryam, kehidupan terasa tenang walau tanpa tawa. sampai pasukan Taliban datang dan menguasai Kabul dan hampir seluruh Afghanistan.
kedua orangtua Thariq memutuskan untuk pindah ke tempat aman yang jauh dari kebisingan bom dan pekikan AK-47, sebelum berpisah itulah Thariq dan Laila memutuskan untuk mengikat hubungan mereka dengan sebuah hal yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan, setidaknya belum.
Laila menangis ditinggal Thariq yang akhirnya pergi jua bersama keluarganya.
sementara itu, tepat setelah orangtua Laila memutuskan untuk ikut pindah dari kota tersebut, saat itu pulalah sebuah misil menjatuhi rumah Laila, memorakporandakan segalanya, merenggut nyawa kedua orangtuanya.
Maryam yang merasa iba lalu merawat Laila yang kini sebatang kara, sayangnya suami Maryam malah memutuskan untuk memperistri Laila.
Laila yang masih sangat belia pun mengiyakan pinangan itu karena ia sadar bahwa ia sedang mengandung anak Thariq.
Laila, sama seperti Maryam belasan tahun lalu, akhirnya juga memulai nerakanya dirumah tersebut.
ia kerapkali bertengkar dengan Maryam jika sang suami tidak ada dirumah.
dan bagaimanapun Laila sebagai istri muda selalu menang dan selalu bernilai lebih baik dimata suaminya sampai Laila melahirkan anak perempuan.
sang suami yang begitu mengidamkan anak laki-laki terlanjur kecewa dan lalu mencampakkan Laila begitu saja.
sejak saat itu kedudukan Laila dan Maryam sama dimata suaminya, namun hal itu malah membuat Laila dan Maryam menjadi bersahabat, apalagi sejak kelahiran Azizah.
Laila menganggap Maryam sebagai ibunya sendiri, Maryampun menganggap Azizah sebagai cucu kandungnya.
bertiga, perempuan ini menjalani Afghanistan yang kian hari kian tak berperikemanusiaan.
tak diduga Laila kembali hamil dan kali ini sang suami bahagia bukan main karena bayi yang dilahirkan adalah seorang laki-laki.
Zalmai lalu menjadi bintang dimata ayahnya.
karena keadaan perang yang semakin memburuk, bisnis suamipun sepi dan ini membuat temperamennya menjadi jelek sekali. ia sering memukuli Maryam dan Laila. sampai kedua perempuan ini berniat kabur dari rumah, malangnya mereka tertangkap di perbatasan dan akhirnya dikembalikan kerumah, tempat mereka berdua dipukuli habis-habisan setelahnya.
ketika ekonomi semakin memburuk, Azizah dibawa ke panti asuhan.
tangisan dan rintihannya diabaikan oleh sang ayah.
Laila yang kerapkali menangis dan merindukan anak yang ia miliki bersama Thariq itu bahkan tak peduli jika harus menyelinap keluar rumah dan akhirnya dipukuli hingga babak belur hanya untuk menengok Azizah di panti asuhan.
ketika keadaan seolah tak bisa menjadi lebih buruk lagi, tiba-tiba saja Thariq datang. ia kembali.
setelah Laila percaya bahwa Thariq sudah mati terkena pecahan bom, ternyata Thariq masih hidup. dan sehat.
Thariq menjadi sering mengunjungi Laila, Zalmai yang cemburu karena ibunya memiliki teman laki-laki lalu mengadu pada ayahnya sampai suatu malam sang ayah mengamuk habis-habisan dan menyiksa Laila, Maryam yang mencoba membela Laila juga ikut menjadi sasaran tendangan, pukulan dan sabetan ikat pinggang kulitnya.
sampai ketika Laila sudah terengah-engah dibawah sepatu bot milik suaminya, Maryam merayap dibelakang sang suami dan memukulkan sebuah sekop besi berat ke belakang kepala suaminya.
Maryam telah membunuh.
ia memeluk Laila dan menangis, menyuruh Laila untuk membawa Zalmai, menjemput Azizah dan pergi bersama Thariq.
Laila mulai menangis dan meminta Maryam untuk pergi bersamanya, namun Maryam menolak, ia akan menyerahkan diri agar Laila dan anak-anaknya bisa hidup tenang tanpa kejaran Taliban.
esoknya Laila, dengan tangis berdarah-darah pergi bersama Thariq dan anak-anaknya sementara Maryam digelandang oleh tentara Taliban ke penjara.
dipenjara itulah Maryam menanti pengadilannya.
ia tidak membela diri, ia tidak membantah setiap perkataan hakim, pun ketika hukuman mati dijatuhkan.
ketika airmata Maryam jatuh dibawah popor Kalashnikov, ia mengerti betul perasaan seorang ibu yang mati demi kebahagiaan dan kebebasan anaknya, dan ia memang merasakan hal itu.
sementara itu Thariq dan Laila pergi keluar negeri, membangun keluarga yang baru bersama Azizah dan Zalmai, namun setelah bebrapa waktu Laila ingin kembali ke tanah airnya.
saat kembali ke Kabul itulah Laila memutuskan untuk mengunjungi guru Maryam dulu untuk mengetahui keadaan orangtua Maryam, ternyata ayah Maryam sudah meninggal dan ia meninggalkan beberapa benda dan segepok uang untuk Maryam.
uang itu kemudian digunakan Laila untuk merenovasi panti asuhan dimana Azizah dulu pernah tinggal ketika perang masih berkecamuk.
dan begitulah, walaupun Maryam telah tiada, nafasnya tetap hidup dibalik dinding panti asuhan, semangatnya tetap menyala dibalik genting-genting.
ada jutaan orang yang telah mati, namun sama seperti apa yang dikatakan oleh Gus di The Fault In Our Stars, mereka yang mati selalu diingat, selalu hidup, dan meninggalkan lukanya masing-masing.

naaaah.. gimana?
okay, emang plot yang saya tulis ulang ini ngga ada apa-apanya dibanding kalau kalian baca novelnya secara langsung.
tapi inilah yang mau saya angkat, alasan yang saya kemukakan kenapa novel Hosseini ini layak menjadi salah satu novel yang wajib dibaca; belitan tragedi, ironi kebudayaan, benang-benang ironikal yang saling mengait dan kemampuan apik Hosseini untuk membawa pembacanya menuju kematian yang pelan dan menyedihkan (inilah alasan kenapa saya tidak memasukkan triloginya Suzanne Collins, The Hunger Games, ke dalam Must Read Book, karena saya tidak punya respek terhadap cara-cara Collins 'membunuh' karakter pada novelnya)
di novel ini, Hosseini benar-benar membuka mata dunia akan the true power of a woman.
luar biasa.

3. If I Stay by Gayle Forman

i'm not telling you it's going to be easy, i'm telling you it's going to be worth it - GF
novel ini sebenarnya merupakan teenlit pop seperti kebanyakan novel remaja lainnya.
If I Stay adalah sebuah novel beralur flashback, bercerita tentang kehidupan Mia, seorang pemain Cello yang sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa di sebuah institut musik nomor satu.
hidup Mia kelihatan begitu sempurna, kedua orangtua pecinta musik rock yang masih terlihat harmonis, seorang adik laki-laki yang lucu dan seorang kekasih tampan yang merupakan gitaris sebuah band ternama di kota mereka, Adam.
kehidupan terlihat begitu sempurna di mata Mia, sampai suatu pagi bersalju, ketika sebuah pengumuman diradio mengumumkan bahwa semua sekolah diliburkan karena tumpukan salju.
Mia dan keluarganya memutuskan untuk mengunjungi kakek neneknya dihari libur dadakan itu, naas ditengah perjalanan mobil keluarga Mia ditabrak sebuah truk besar yang langsung merenggut nyawa kedua orangtuanya, sementara Mia dan adiknya dinyatakan krisis dan dibawa kerumah sakit, saat itulah arwah Mia keluar dari tubuhnya dan ia bisa menyaksikan kakek nenek dan teman-temannya yang berdoa dirumah sakit, ia bisa melihat adiknya yang terkapar di ICU dan ia bisa melihat Adam yang menunggunya diluar ruangan rawat.
Mia bisa memilih untuk tinggal atau pergi. ia bisa memilih untuk hidup atau menyerah.
disaat arwahnya gamang untuk memutuskan hidup atau mati, pikiran Mia sibuk melakukan kilas balik masa lalunya sehingga kita diajak untuk mengunjungi kenangan-kenangan dimasa lalunya, yang menjadi alasan baginya untuk tetap hidup namun terkadang juga menjadi alasan kuat untuk menyerah kalah.
Mia berjuang untuk hidup ketika melihat kakek nenek dan teman-temannya berdoa bagi kesadarannya, apalagi ketika ia melihat adik laki-lakinya yang masih akan membutuhkannya jika ia bertahan hidup.
namun keputusan Mia menjadi goyah ketika adiknya menyerah dan meninggal dunia, arwah Mia yang terperangkap diluar tubuhnya tidak memiliki alasan lain untuk hidup.
kecuali, yah.. kecuali Adam.
lalu, apakah pada akhirnya Mia memilih untuk tetap hidup ketika semua yang ia miliki hanyalah Adam? akankah ia menyusul kedua orangtua dan adiknya dan memilih untuk meninggalkan Adam?

*jengjengjeeeeng*
okay, cukup sudah saya bercerita seperti pembawa acara gosip begini, tapi sengaja saya ngga akan ngasitau endingnya, yaaa supaya kalian penasaran dan nyari buku ini gitu deh, hehehe
bagus loh, bener-bener keren.
heran juga kenapa ngga ada production house yang tertarik untuk memfilmkan novel ini.
hmm..

4. Therapy by Sebastian Fitzek

better than Dan Brown's - Someone

saya tertarik membaca novel ini karena genrenya.
dan sebaris kalimat 'The New York Times Best Seller' diatas covernya.
dari gambar sampul terlihat begitu beku dan kaku, khas Jerman. menceritakan kisah pria Jerman yang kehilangan segalanya karena ia merasa telah menyekap anak perempuannya sendiri hingga tewas.
jadi ceritanya laki-laki ini mengidap semacam kelainan, mungkin mirip dengan kelainan yang saya miliki, hush ngga lah boong hehehe, jadi kelainannya ini berupa ketakutan akan kenyataan bahwa anak perempuannya tumbuh dewasa, ia seolah-olah tidak bisa menerima pubertas anaknya, ia menolak mentah-mentah kenyataan bahwa anaknya telah mengalami menstruasi dan tetap menganggapnya sebagai anak kecil. karena kelainan inilah ia menganggap istrinya, yang sebenarnya normal, sebagai orang jahat yang akan menculik anaknya. karena itulah ia bersembunyi dengan putrinya dan menutup mulut dan hidungnya di dalam tangki air agar putrinya tak bisa berteriak, namun ternyata putrinya menjadi lemas hingga akhirnya laki-laki ini menyangka ia sudah membunuh putrinya dan setelah itu putrinya menghilang begitu saja.
setelah itu, laki-laki malang yang memiliki ketergantungan terhadap obat-obat penenang itu mengasingkan diri disebuah pulau terpencil dan berniat mencari putrinya.
dipulau terpencil itulah ia bertemu dengan seorang penulis novel yang mengaku bahwa novel yang ia tulis entah bagaimana selalu menjadi kenyataan, dan laki-laki ini telah membaca draft novel terbaru yang sudah ditulis oleh perempuan asing ini, dan dalam draft novel itulah ia menemukan bahwa perempuan ini sedang menulis kisah tentang putri kecilnya.
laki-laki itupun mencecar perempuan tadi dengan pertanyaan-pertanyaan, ia begitu yakin bahwa perempuan penulis inilah yang telah menculik putrinya.
beberapa orang yang melihat kedekatan laki-laki dan penulis ini mulai memberikan petunjuk bahwa perempuan itu berbahaya dan menyarankan agar laki-laki itu menjauhi si perempuan.
kenyataan ini membuat si laki-laki semakin yakin bahwa perempuan tadi adalah penculik yang tahu dimana putrinya berada.
ketika hal-hal semakin membingungkan dan kacau, cerita mendekati klimaksnya, akhirnya setelah susah payah, laki-laki berhasil membaca seluruh draft novel yang ditulis perempuan itu dan ia mendapati kenyataan pahit bahwa ia dan perempuan itu adalah orang yang sama.
ya.
sodammit sekali saudara-saudara!
cape-cape saya menerka-nerka siapa kiranya antagonis yang berperan di cerita ini, menebak-nebak dan menyimpulkan tiap clue yang ada dan tiba-tiba saja. darr! saya ditabrak oleh kenyataan bahwa si peran utama merupakan orang yang berkepribadian ganda.
oh ya, ini jelas menjelaskan beberapa hal rumpang yang terjadi sepanjang cerita. tapi saya masih merasa ditipu mentah-mentah oleh Fritzek karena sepanjang novel saya tidak bisa menangkap indikasi bahwa si peran utama berkepribadian ganda, padahal saya sudah sering sekali bertemu dengan para peran utama berkepribadian ganda seperti ini di serial R L Stine semasa saya kecil. hh...
well, sudah cukup twist nya?
belum, masih ada twist terbesar yang disimpan Fritzek untuk endingnya, dan rasanya ngga salah deh kalau novel ini mendapat banyak penghargaan karena setelah dari halaman pertama hingga klimaks cerita kita dituntun untuk mengantagoniskan si laki-laki tadi tapi pada akhirnya si jahat sesungguhnya adalah istri laki-laki malang tadi, yang menyembunyikan fakta bahwa putrinya masih hidup dan sehat-sehat saja dan sedang berlibur disebuah pantai tanpa tahu bahwa ayahnya sedang sekarat karena merasa sudah membunuh anaknya sendiri.
pfft. combo twist!
perfecto sekali.
pokoknya bagi penikmat cerita detektif, Therapy ini benar-benar Must Read, karena tbh saya tidak bisa meletakkan buku ini sebelum selesai membacanya sampai habis. yaaaah penyakitnya buku thriller emang begitu sih, bikin kita berpikir 'one more page.. one more page.. one more page' makanya ngga heran kalau saya  membabat habis novel ini hanya dalam waktu tiga jam Grinning face with smiling eyes

5. The Kite Runner by Khaled Hosseini

what happens in a few days, sometimes even a single day, can change the course of a whole time - KH
nah ini adalah another masterpiece from the master Hosseini, sebenarnya sih saya lebih dulu membaca The Kite Runner daripada A Thousand Splendid Sun namun dari segi kebatinan *ceila kebatinan* saya lebih menyukai A Thousand Splendid Sun karena saya adalah seorang perempuan, tapi saya juga menyukai The Kite Runner meskipun efek yang dihasilkan tidak sedalam A Thousand Splendid Sun karena saya tidak memiliki saudara laki-laki yang seumuran.
well kembali ke The Kite Runner, Hosseini masih bercerita di Afghanistan.
ia menceritakan kehidupan seorang anak laki-laki saudagar kaya yang ditinggal mati istrinya. anak laki-laki ini (ya Tuhan ampuni saya karena saya lupa namanya huaaaaa) tumbuh besar dengan seorang anak laki-laki bernama Hasan yang merupakan anak dari pelayan suku Hazara.
singkat cerita anak laki-laki ini, kita sebut saja Tegar yaa (ini nama adik laki-laki saya muehehehe) merasa cemburu karena ayahnya selalu lebih menyukai Hasan daripada dia. Tegar melakukan segalanya untuk menarik perhatian ayahnya. sebenarnya ia tidak perlu cemburu kepada Hasan karena Hasan hanyalah anak seorang pelayan yang selalu menemani Tegar dan membelanya apabila anak-anak dikampung mengejek Tegar, namun seringkali Tegar menjauhinya karena ia tidak mau disebut berteman dengan seorang suku Hazara (sukunya Hasan) sampai suatu ketika terdapat festival layang-layang di Kabul, festival ini diikuti oleh hampir semua anak laki-laki di Kabul, mereka menerbangkan layang-layang dan saling mempertarungkan layang-layangnya untuk saling belit dan gesek hingga akhirnya hanya tersisa satu layang-layang di langit Kabul, selain itu tiap kali ada layang-layang yang baru jatuh maka puluhan anak akan berlomba-lomba mencari dan mengejar layang-layang putus itu hingga dapat dan memamerkannya seolah-olah layang-layang itu adakah mahkota surga. layang-layang yang paling berharga tentu saja layang-layang terakhir yang bertarung di angkasa, layang-layang inilah yang dijanjikan Hasan kepada Tegar di festival layang-layang tahun itu, Tegar juga bertekad akan menjadi pemenang festival layang-layang untuk membanggakan ayahnya.
singkat cerita, dengan bantuan Hasan, Tegar berhasil menjadi satu dari dua layang-layang yang tersisa di langit pada hari festival, saat layang-layang terakhir jatuh Hasan dengan sigap bersiap mengejar layang-layang terakhir itu untuk Hasan sambil berteriak, "Untukmu, keseribu kalinya!" namun setelah lama berselang Hasan tidak kembali juga, Tegar lalu mulai mencarinya dan menemukan Hasan di pasar, ia sedang disudutkan oleh gerombolan anak nakal yang sering mengejek Hasan dan Tegar, gerombolan itu merebut layang-layang dari tangan Hasan namun Hasan tetap mempertahankannya, mereka bertiga memukuli Hasan namun Hasan tetap bertahan memeluk layang-layang itu, hingga akhirnya tiga bocah keparat itu menyodomi Hasan, dan Hasan yang sendirian tidak bisa mengelak. sementara itu Tegar yang berdiri tersembunyi tidak berani membela Hasan seperti selama ini Hasan selalu membelanya, alih-alih menghentikan semua itu, Tegar malah berlari dan bersembunyi di depan pasar, ia menanti bocah-bocah nakal itu pergi hingga akhirnya setelah lama berlalu Hasan datang, tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa dan menyerahkan layang-layang itu kepada Tegar sambil berkata, "Untukmu, keseribu kalinya"
Tegar yang merasa sangat bersalah bingung mengungkapkan perasaannya, ia takut bicara kepada Baba-nya (ayahnya) karena Babanya terlanjur bangga setelah Hasan memenangi festival layang-layang tahunan. sementara itu hubungan Hasan dan Tegar semakin memburuk, sebenarnya lebih karena Tegar bingung untuk meminta maaf sehingga ia cenderung menghindari Hasan. puncaknya setelah pesta ulang tahunnya yang dirayakan besar-besaran, Tegar memfitnah Hasan agar ia diusir dari rumah, namun Baba kembali membela Hasan hingga membuat Tegar marah dan tak habis pikir namun Hasan da

[The entire original message is not included.]
nah see?
postingan saya kepotong huuuu T_T
dan saya ngga tahu dimana potongannya itu ya ampun padahal aslinya ada 10 nomor di entri kali ini, hhh yasudahlah :(


0 comments