24 Hours Does Enough


planningnya sih begini... tapi kenyataan di lapangannyaaaa ....

ketika masih maba, masih semangat maba, saya dan teman teman lainnya sudah ribut memilah milah kegiatan ekstra apa saja yang akan kami ikuti.
pilihan saya yang paling pertama dan juga yang paling utama *cie* tentu saja Himpunan Mahasiswa Jurusan which is KOMAHI.
terus Debate, yang ada di bawah naungan Student English Activity (SEA)
terus saya juga apply Kelompok Penelitian Mahasiswa, UKM Tari Sentakamudya dan Himpunan Mahasiswa Islam.
okay.
dan teman teman saya (lebih lebih temen temen purna grup WA yang memang emotionally sudah deket sebelum mataf) pada geleng geleng kepala

"wan, yakin lima? isnt that too much?"
"uhmm.. how much i can handle, you think?"
"two is more than enough"
"hmmm ...."
"you know, kak ----- is part of the organization rite? and you know he got 8 Cs last semester. E-I-G-H-T. we know how that works. you gonna be dried out"
"but i fell already, how can aaaaaaa"

akhirnya tetep ngotot deh muehehehe
walaupun akhirnya UKM Tari saya bail dan saya ngga pernah bisa ikut LK HMI since jadwal LK nya selalu bentrok jadi tinggal KOMAHI, SEA dan KPM
itupun outbond SEA (semacam pelantikan gitu) ngga ikut karena harus lomba debat.
itupun research camp KPM ngga ikut karena TO KOMAHI.
dan sekarang ditambah ada KOMUN muehehehehe ✌
terus gabung Save Street Child Jogja jugak 😁
dan lalu beberapa orang bertanya,
how do you still remember what we are talking about in the class?

well, pals, dari jaman sekolah dasar dulu, saya sudah malas belajar.
saya lebih suka sistem kebut semalam.
waktu belajar saya adalah ketika duduk di dalam kelas, jadi ketika kita sudah duduk di dalam kelas, ya sudah lupakan semuanya.
lupakan dunia.
lupakan makan siang.
lupakan mantan.
*susah kak* #TeamSusahMoveOn *halah*
pokoknya sejelek apapun kondisi kita hari itu, tapi kalau sudah harus duduk di dalam kelas just sit then dan serap semua semua yang dosen katakan.
habis itu catat semua, jangan malas mencatat
karena dengan menulis maka otak kita akan mengingat.
sudah.
begitu kelas selesai, yasudah deh, buka lagi catatannya pas besok ada kuis muehehe
oh, dan mungkin karena saya belajar HI yang notabene kind of change-happens-every-second science jadi ngga perlu terlalu banyak menghapal dan memahami.
anak HI harus banyak baca? ya iyaaaa sih
tapi anak HI juga harus banyak nulis.
nulis apa aja deh, nulis blog alay kek saya gini atau buku harian lebay juga ngga apa apa
dan ketika saya bilang bahwa anak HI harus banyak baca, not literally kita harus bawa bawa buku International Relations Dictionary yang tebelnya bahkan ngga bisa buat dijadiin bantal itu tapi cukup baca tweet tweet yang dipost sama BBC, CNN, Kompas, Al Jazeera, The Diplomat APAC, dwitasaridwita~
*eh*
*coret yang terakhir coreeeeet.. mau jadi apa hidup anak muda kalau bacaannya tweet tweet menye menye macam tu*
dan sering seringlah diskusi, diskusi sok sok an juga ngga apa apa,
kata Rafy, anak HI harus kelihatan paling tahu ketika mereka tidak tahu apapun.
yaaah karena dari ke-sok-an bicara ketika tidak tahu itu nantinya akan ada yang membenarkan ketidaktahuan kita.
really, kalau musim uas sudah mau tiba, saya dan teman teman langsung tiba tiba jadi rajin ketemuan dan ngobrol, ngobrolin masa depan dunia muahahaha
*masa depan dunia terus kak, masa depan kita kapan?* 😌
nah gitu.
terus juga, apa yang sudah dibaca ada baiknya kalau kita tulis ulang, jadi otak kita akan mengingat dua kali lebih tajam.
bahkan nih ya, mas Bimo itu punya sebuah kitab yang dia bikin sendiri, namanya Debatabase.
jadi isinya adalah teori teori dan filosofi filosofi yang bisa dipakai buat debat misalnya kaya body autonomus yang bisa banget dipakai buat ngomongin masalah radical feminism, LGBT dan sebagainya terus juga ada lottery of birth yang bisa dipakai buat ngomongin LGBT (lagi), poverty dan sebagainya, pokoknya itu isi buku kece banget.
tapi kayanya ngga bakal boleh dipinjem 😡
memang manusia jenis apalah mas Bimo itu.
nah, begitu.
yaaa cuma begitu aja sih intinya.
sebenernya ini post maksudnya apa ya?
oh iya, saya cuma pengen berbagi aja sih betapa 24 jam itu bener bener cukup buat dipakai oleh kita selaku mahasiswa kura-kura.
karena jadi mahasiswa jangan hanya dipake buat belajar, karena jadi anak muda ngga cukup hanya dengan menghapal.
go out, kiiiiiiids 😎
well, terus kalau kuliah dipake belajar sama rapat doang, kapan bersosialitanya kak?
hmm ..
kak Asep Mendez pernah bilang bahwa saya asalah tipe mahasiswa yang Have-No-Life karena pagi pagi udah ke kampus buat masuk kelas lalu rapat sampai tengah malam, bahkan weeknight pun dipake rapat.
fyi, saya sering seneng seneng kok 😄
seneng senengnya sih di sela sela kerjaan yang dua itu; kuliah sama ekstra
kalau lagi diskusi masalah materi tapi diskusinya sama abang kan juga jadi acara seneng seneng tuh, apalagi kalau sambil minum choco banana 🍺
*move on, kak, move on*
terus kalau lagi ngurus organisasi, nganter proposal misalnya, bisa sambil jalan jalan, apalagi kalau nganter proposalnya sama para Cabe dan Terong muehehehe
yah, begitulah.
karena motto saya selama kuliah adalaaaaah ..
Study Hard, Play Harder, Pray Hardest 🙏
nah, begitulah.


SEMANGAAAAT FEBRUARI 2018 WISUDA !!

0 comments