Dicintai Penulis



Sejak kecil, saya banyak terpapar karakter-karakter penulis dalam cerita-cerita yang saya baca. Robert Langdon, Kugy, Nick Dunne, Alif, dan banyak lagi. Pada semua karakter-karakter itu saya menemukan satu kesamaan: romantisme. Tentu ada saja karakter penulis yang digambarkan sebagai penjahat, pembunuh, orang yang tidak baik, tapi tetap saya bisa menemukan sisi romantisme dalam karakter-karakter  tersebut. Yang kemudian mengantarkan saya pada satu kesimpulan bahwa penulis adalah orang yang romantis.

Ok, pikirkan ini. Penulis menuliskan satu dua kalimat persembahan di halaman pertama bukunya. Untuk Blythe, lagi.. Lebih dari sebelumnya. Mengawali sebanyak 800 halaman fiksi berisi sebuah dunia lengkap dengan tempat-tempat menakjubkan dan kehidupan tokoh-tokoh ajaibnya: sebuah semesta baru! Dan semua itu ditujukan untuk kamu! Lalu buku itu kemudian menjadi best seller dan dibaca oleh orang-orang dari belahan dunia lain, dari negara yang namanya saja belum pernah kamu dengar, tetapi mereka semua tahu bahwa cerita luar biasa yang ada di genggaman mereka itu diperuntukan untuk satu orang selalu. Kamu.

Apa yang bisa lebih romantis daripada itu?

Beberapa malam yang lalu saya mengobrol dengan salah seorang teman. Kami sama-sama menyukai Lang Leav, seorang penulis puisi yang kini sudah menerbitkan setidaknya enam buku. Kami menyukai Lang Leav karena kepiawaiannya memampatkan komplikasi kehidupan manusia hanya dalam beberapa baris kata saja. Sebuah bakat yang bagi saya sangat sangat jarang ada. Menulis dengan sedikit kata adalah kelemahan saya. Saya tidak bisa menceritakan sesuatu dengan singkat. Menurut saya butuh banyak kata untuk bisa menjelaskan sesuatu dengan jelas. Tapi tidak bagi Lang Leav. Dan sampai saat ini Lang Leav masih menjadi salah satu penulis puisi kesukaan saya. Salah satu yang terbaik.

Saya kemudian iseng mencari informasi tentang Lang Leav di mesin perambah dan betapa kagetnya saya ketika informasi yang muncul adalah satu hal yang saya tidak pernah sangka-sangka. Tercetak dalam tulisan berwarna biru: Partner: Michael Faudet.

No way.

Bukan Michael itu kan? Bukan Michael yang itu?

Michael Faudet adalah salah satu penulis lain yang sering saya temui tulisannya di pinterest. Ada beberapa puisinya yang saya suka, meskipun tentu tidak sebanyak puisi Lang Leav dan belum saya punya bukunya. Saya bahkan tidak tahu kalau Michael Faudet punya buku.

Menemukan Michael ini kemudia membuat saya teringat sesuatu. Lang Leav selalu menulis tribut di bukunya dengan kata-kata yang manis. Saya lalu segera mengecek untuk siapa tribut itu ditulis. Dan benar saja, untuk Michael.


Dan menambah antusiasme, salah satu puisi kesukaan saya (kalau itu bisa disebut puisi sama sekali) dari Michael adalah tribut yang ia tulis untuk Lang Leav di awal bukunya.


Saya hampir menangis menyadari keuwuan ini.

Manusia di seluruh belahan dunia, kami, jungkir balik kesulitan menemukan belahan jiwa yang bisa benar-benar melengkapi dan menyempurnakan. Dan bagaimana bisa dua pujangga ini saling menemukan? Dan saling menulis untuk satu sama lain? Bagaimana bisa hal ini dikatakan adil?

Dari miliaran jiwa yang bisa mereka temukan di atas permukaan bumi ini, mereka menemukan satu yang paling betul-betul menyerupai diri mereka. Saya hanya ingat sedikit sekali pasangan yang bisa saya berikan gelar match made in heaven tapi tentu Lang-Michael ada di posisi teratas.

Maksud saya.. Coba saja lihat puisi-puisi mereka. Kata-kata yang mereka tulis bahkan identik, serupa, satu rima! Saya bahkan sempat curiga bahwa Michael adalah pseudonym Lang Leav. Yang setelah saya cek, ternyata bukan merupakan pikiran saya seorang diri. Ada orang lain juga yang menanyakan hal yang sama. Karena, membaca dari puisi-puisi mereka, Michael dan Lang adalah satu orang yang sama.

Michael memang sebuah misteri. Foto-foto Lang Leav banyak bertebaran di internet dan tidak ada satupun foto Michael Faudet. Yang kemudian membuat banyak orang berspekulasi bahwa Michael adalah sosok imajiner. Tidak ada bahwa bukti bahwa Michael eksis. Michael adalah alter-ego Lang.

Namun banyak sekali interview yang mencoba mengonfirmasi hal ini dan tiap kali Lang diharuskan memberi jawaban, ia tertawa dan mengatakan bahwa Michael nyata. Mereka berdua hidup di sebuah rumah di pinggir laut, di kota kecil di mana tidak ada satupun orang yang punya pikiran siapa mereka dan apa yang dikerjakan mereka. Sebuah hidup sederhana.

Kesamaan pada keduanya memang terlalu mustahil untuk menjadi nyata. Mungkin itulah alasan mengapa orang-orang kemudian percaya bahwa Michael tidak nyata. Belahan jiwa itu mustahil serupa, karena patahan tidak pernah punya gerigi yang sama. Iya, kan?

“‘Who you love and who loves you back determines so much in your life.’ This is a line I wrote about how much your choice of partner impacts your life. I sometimes wonder if I had wished him into existence,”
— Lang Leav


0 comments