Membandingkan yang Tidak Sebanding: Breaking Bad atau Money Heist



Salah satu dari sedikit hal yang memengaruhi saya dalam membuat keputusan, baik yang penting maupun yang 'apaan sih', adalah keinginan untuk membuktikan bahwa orang lain salah. Maka ketika saya memutuskan untuk menonton serial televisi dengan rating paling tinggi di IMDB ini (9.6, bitch!), alasan utamanya adalah saya ingin membuktikan akun @MessiC10i salah.

Persisnya, dia mengatakan bahwa "Comparing Money Heist to Breaking Bad and Prison Break is like comparing Henderson to KDB and Pogba."

Nah, hingga detik ini, Money Heist adalah salah satu serial tv terbaik yang pernah saya tonton. Ada sedikit sekali cerita dengan plot cepat yang bisa memuaskan kebahagiaan saya dan Money Heist adalah salah satunya. Jadi, ketika ada yang bilang bahwa Money Heist adalah suatu kemediokeran dibandingkan Breaking Bad maka sudah tentu saya harus menonton Breaking Bad untuk membuktikan bahwa orang ini salah.

Satu saja hambatannya: Breaking Bad punya 5 season dengan masing-masing season berjumlah setidaknya 10 episode. Tapi tentu tidak ada yang tidak mungkin ketika hasrat untuk menjadi benar sudah menguasai diri. Maka, pagi itu setelah selesai mengunduh nyaris 70 episode, saya membuka episode pertama dan mulai menonton.

Dengan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari yang juga menyita perhatian, saya membutuhkan kurang lebih dua minggu untuk menyelesaikan kelima season Breaking Bad. Lalu, apakah saya berhasil membuktikan bahwa akun MessiC10i salah? Ya dan tidak.

Breaking Bad adalah salah satu, tak salah lagi ada dalam jajaran tiga terbaik, serial tv paling keren sepanjang masa. Plot, cerita, karakter, pengambilan gambar, soundtrack, bahkan hingga pola pewarnaan di setiap episode berhasil dikuasai secara apik oleh serial ini.

Sayangnya, saya merasa tidak memiliki ilmu dan kapasitas yang cukup untuk mengulas Breaking Bad secara mendalam, takutnya nanti saya malah jadi merusak sebuah mahakarya pertelevisian (Iya, sebagus itu!)

Tapi jika memang butuh ulasan sila langsung saja buka youtube dan ketik Breaking Bad di kolom komentar. Karena menjadi serial yang diklaim sebagai serial terbaik sepanjang masa, tentu sudah banyak sekali orang yang membuat ulasan serta analisis mendalam dari berbagai bidang ilmu, ilmu pertelevisian hingga psikologi hingga seni terapan. Luar biasa.

Maka, disini saya akan kembali pada premis awal tulisan ini dibuat: membandingkan Money Heist dan Breaking Bad.

Sejujurnya, komparasi paling dekat yang bisa saya sematkan pada kedua serial ini adalah nasi uduk dan nasi lemak. Ya, membandingkan Money Heist dan Breaking Bad itu layaknya membandingkan nasi uduk dan nasi lemak. Keduanya punya segmen pasar tersendiri. Dan meskipun banyak yang bilang bahwa keduanya menyalin satu sama lain dan ada pada kompetisi yang sama, bagi saya tidak.

Breaking Bad, sama seperti nasi uduk, memiliki kekuatan pada satu karakter besar. Keprimadonaan nasi uduk tentu saja terletak pada nasi pulen nan gurih yang tidak dimiliki oleh sajian lainnya. Sama halnya dengan Breaking Bad dimana kekuatan cerita terbesar berpusar pada Walter White dan Jesse Pinkman, sampai pada tahap dimana karakter-karakter lain betul-betul hanya pelengkap sebagaimana bakwan jagung dan semur jengkol bagi nasi uduk.

Sementara Money Heist adalah nasi lemak. Profesor tidak memiliki 'kelezatan' seagung nasi uduk. Gurih, tentu, tapi tidak istimewa. Persis seperti nasi pada nasi lemak. Profesor tanpa Nairobi, Berlin, Tokyo, Rio, Denver, Helsinki, dan Moscow persis bagaikan nasi lemak tanpa ayam goreng berempah, rendang (apapun itu namanya), dan sambal bilis dan tempe.

Dan, saya akan tetap menggarisbawahi bahwa, keduanya memiliki segmen pasar dan penggemar yang berbeda dan nyata. Ada orang yang rela berjalan puluhan kilometer hanya demi sepiring nasi lemak dan tentu ada juga orang yang rela 'mati' membela nasi uduk sebagai menu sarapan dan makan malam terbaik dunia.

Mengagungkan salah satu dan membuang yang lainnya hanya akan berakibat pada kehilangan kesenangan dan kenikmatan. Money Heist dan Breaking Bad adalah dua serial yang bagus dan luar biasa dan memilih hanya menonton salah satunya hanya berarti kita kehilangan kesempatan terhibur sekaligus belajar.

It's science, por favor!

0 comments