Hal Apa Yang Paling Membuatmu Senang?

 

Hari ini topiknya menyenangkan dan menantang sekali. Menyenangkan karena saya harus menulis soal hal yang membuat saya bahagia dan menantang karena sejak kemarin mood saya lagi ngga bagus-bagus amat. Banyak pikiran xixixi.

Sebenernya membuat saya bahagia itu ngga susah kok. Kadang, nonton ulang serial The Big Bang Theory aja sudah cukup bikin saya haha hihi ngga ketulungan.Tapi untuk tulisan kali ini kayaknya saya perlu menulis benar-benar hanya satu hal yang membuat saya bahagia, kapanpun dan bagaimanapun keadaannya.

Beberapa orang bilang bahwa uang bisa membeli kebahagiaan. Ya dan tidak. Waktu karantina awal tahun lalu, gaji saya menumpuk di tabungan. Apa saya bahagia? Ngga. Stress banget malah rasanya karena saya hanya bisa diam di rumah. Komunikasipun hanya sebatas layar. Suara alam yang bisa saya dengarpun mentok di rekaman suara ombak di Youtube. Ngga banget deh pokoknya.

Tapi, saya sepakat kalau uang bisa membeli kebebasan. Pernah ngga sih benci banget sama pekerjaan yang sedang kita lakukan tapi kita tetep aja ngelakuin pekerjaannya ya karena kita butuh uang? Nah.

Yang pasti saya tau bahwa uang bukan hal utama yang membuat saya bahagia. Dan seharusnya sih jangan sampai.

Lalu saya berpikir, mungkin makanan adalah hal yang membuat saya bahagia. Siapa sih yang tidak mencintai makanan? Saya pernah membaca sebuah kutipan bertahun-tahun lalu yang intinya "Rasa cinta pada makanan adalah rasa cinta paling murni yang bisa dirasakana oleh manusia."

BOOM!

Tapi rasa-rasanya saya pernah dulu pas masih muda (hahaha) sedih banget terus memutuskan buat makan kebab. Akhirnya makan kebab sambil nangis.

Ternyata makanan juga bukan hal utama yang bisa membuat saya bahagia.

Lalu saya pikir-pikir lagi. Apa sih yang disebut sebagai bahagia? Saat kondisi apakah manusia bisa dibilang sedang bahagia?

Karena saya tidak belajar neuroscience maupun psikologi jadi saya akan jawab berdasarkan apa yang saya rasakan sendiri. Bahagia itu menurut saya adalah momen dimana kita lupa segala macam kepelikan hidup, dunia maupun akhirat. Bisa karena tertawa atau karena takjub. Pokoknya ketika kita bahagia kita hanya tau hal-hal baik, merasakan hal-hal baik, dan mengerti hal-hal baik. Dan rasa-rasanya semua itu bisa saya rasakan hanya ketika saya sedang bersama orang-orang.

Iya. People. 

 One thing that makes me happy is people.

Yang nyata, bisa dilihat, didengar, dan berada dalam satu tempat. Mungkin ini juga alasan kenapa saya bisa punya banyak kenalan. Karena saya selalu terlihat hidup di tengah-tengah manusia. Rasa-rasanya saya hanya bisa tahan berdiam di kamar tanpa komunikasi paling lama satu hari saja.

Pernah sih saya bertanya-tanya, "Apa ini artinya aku tidak akan bisa bahagia hidup sendirian?"

Ternyata manusia dan teman bukan hal yang sama.

Saya tetap bisa merasa senang berjalan.jalan dan melihat kerumunan orang di Mall sendirian. Rasanya semarak dan menyegarkan.

Beberapa orang mungkin merasa bahagia bisa melihat laut. Atau diselimuti kabut di puncak gunung.

Bahagia saya sederhana saja: bisa bertemu dan berinteraksi dengan manusia lainnya.


0 comments