Ini Untuk Dito, Tapi Kalau Kamu Mau Baca, Boleh



Semua gadis kecil bermimpi ditemukan pangeran menawan saat dewasa nanti. Pangeran menawan itu tentu tidak harus memiliki tahta di masa depan atau kastil bermenara-menara, pangeran menawan yang gadis-gadis kecil inginkan hanyalah yang bisa mengantar dan menunggui mereka di salon, yang berdiri kehujanan di bawah jendela kamar bernyanyi menebus entah dosa apa yang tak sengaja dia lakukan, yang diam-diam melukis wajahnya untuk dipamerkan ke kawan-kawan di kelab malam. Semua fantasi pangeran menawan yang dimiliki gadis-gadis kecil itu adalah manifestasi apa yang tidak bisa mereka miliki di masa kecil. Aku? Apa yang tidak aku miliki di masa kecil?

Kamu mungkin bertanya-tanya. Atau tidak. Mungkin tidak, kan kamu tahu aku sebaik kamu mengenal punggung tanganmu sendiri. Iya. Tebakanmu benar.

Tapi sama seperti dedaunan yang tumbuh hijau lalu menguning dan layu, impian gadis-gadis kecil akan pangeran juga menguning dan layu. Mungkin tidak harus mengantar dan menunggui ritual potong rambut yang bisa berjam-jam itu, mungkin cukup dengan membiarkan tagihannya dibayar dengan kartu sang pangeran. Mungkin tidak harus berdiri berhujan-hujan di bawah jendela, mungkin cukup mengirim pesan suara. Mungkin, mungkin, mungkin. Karena gadis-gadis kecil itu sadar bahwa pangeran menawan yang mereka impikan itu juga punya putri menawan impian. Iya, putri menawan yang tidak suka aneh-aneh dan minta aneh-aneh dan berpikir aneh-aneh.

Kamu tahu, pangeran menawanku, atau apapun lah kamu ingin menyebutnya, adalah orang yang bisa menjadi semua orang yang aku butuhkan. Kekasih, sahabat, kakak laki-laki (yang selalu aku jadikan permohonan di masa kecil dulu), lawan, guru, murid. Kamu mungkin tidak merasa tapi kamu sudah jadi semuanya.

Dito, kamu tidak menyadari ini tapi ada satu hal yang sejauh ini tidak bisa diberikan laki-laki manapun di kehidupanku. Rasa aman. Lihat, kan? Selain menjadi kekasih, sahabat, lawan, guru, murid, kini kamu juga sudah jadi kakak laki-lakiku.

"Bagaimana bisa?"

Yah, aku juga tidak tahu. Mungkin kamu sudah dilahirkan dengan itu. Mungkin kecenderunganmu untuk selalu benar, keras kepalamu, hal-hal yang selama ini kamu harap bukan bagian dari dirimu adalah justru hal yang membuatku, akhirnya, bisa merasa aman.

"Aman dari apa?"

Dari manusia dan hal-hal lainnya yang mungkin bisa melukaiku. Kadang juga justru dari pikiran tajamku sendiri. Sekarang, jangan kemudian merasa terbebani bahwa kamu harus melindungi aku. Selama ini kamu tidak merasa sedang melindungiku kan? Iya, karena kamu ada saja itu cukup.

Lalu ada juga orang yang bilang bahwa jatuh cintalah pada manusia yang bisa membawa hal-hal terbaik keluar dari dirimu. Dan coba lihat.. Kamu menemukan Flory kecil yang selama ini bersembunyi malu-malu di balik tekanan untuk bersikap dewasa di muka publik. Kamu juga berhasil mengajak Flory pemikir untuk mau berlari-lari meskipun dia benci lari. Kamu bahkan bisa membuat Flory romantis berdansa di lobi mal! Flory penyayang memang sudah ada sejak dulu, kamu hanya perlu senyum bayi untuk memanggilnya keluar.

Semua orang hanya mengenal Flory galak dan Flory cerewet dan Flory pintar. Bersamamu, aku jadi semua hal yang pernah kuinginkan.

Apa aku juga membuatmu merasakan hal yang sama?

Itu tidak penting.

Yang penting adalah kamu laki-laki hebat. Dan aku beruntung bisa bersama kamu.

Kamu hebat. Apa aku sudah bilang itu? Yah.. Mau bagaimana lagi? Kamu memang yang paling hebat. Flory puitis tidak mau keluar sebelum kamu pulang dan bisa dipeluk lagi, jadi untuk saat ini kamu harus tahan-tahan ya membaca tulisan Flory jujur yang prestasi menulisnya hanya sebatas menyelesaikan buku harian sekolah ini. Aku sayang kamu.


Banyak-banyak cinta,

Flory

1 comments

  1. Ini ditulis oleh Flory bayi, yang merasa bahwa "haba haba" nya saja sudah cukup membuatku tahu kalau dia mencintaiku (dan memang iya!)

    BalasHapus