Mengenal Flory

Flory Abiwawanti, sama seperti banyak pahlawan lainnya, lahir di bulan Juli. Flory mencintai kata-kata sejak ia sadar bonekanya membosankan dan mulai membuka buku Dongeng Klasik Sepanjang Masa yang dibelikan ibunya pekan lalu. Hansel and Gretel, Sleeping Beauty, dan Red Riding Hood kemudian menjadi awal cerita romansanya bersama dunia membaca dan menulis. Kemudian, bacaannya berkembang seiring usia. Mulai dari kisah hantu sekolah Jepang, komik detektif, majalah remaja, hingga novel peradilan hukum. Membaca begitu banyak memampatkan pikiran sehingga tentu saja di suatu siang di kelas Matematika yang membosankan, Flory mulai menulis, lebih tepatnya menulis dan menggambar. Komik buatannya yang digambar di atas kertas tipis buku tulis segera menjadi kesukaan teman-teman sekelasnya di sekolah dasar. Bertahun setelahnya, Flory lalu menulis novel dan, kemudian dikenalkan pada modernitas dunia maya, mulai menulis di blog. Awalnya, ia menulis apa saja yang ada di pikirannya: serampangan, tanpa tedeng aling-aling. Kini ia masih juga menulis dengan serampangan dan tanpa tedeng aling-aling. Selepas sekolah, Flory melanjutkan studi ke salah satu kampus di Yogyakarta untuk mempelajari hubungan internasional. Kesukaannya menulis menemui lawan tangguh semasa kuliah. Flory suka berbicara, lebih dari apapun. Ia bisa berbicara tanpa henti tentang apa saja. Seringnya, ia berbicara tentang buku bagus yang pernah ia baca atau film menegangkan yang pernah ia tonton. Tapi tentu saja pembicaraan menguap dengan mudahnya, bisa saja menetap di pikiran, tapi hanya dengan menulislah manusia tidak akan diluputkan sejarah.